Kopi & Kedai

Arabika vs Robusta: Bedanya dan Kapan Dipakai di Kedai

2 menit baca

Arabika vs Robusta: Bedanya dan Kapan Dipakai di Kedai
Foto: Irene Kredenets / Unsplash

Perbedaan kopi Arabika dan Robusta dari rasa, kafein, ketinggian, dan harga, serta kapan masing-masing dipakai untuk menu kedai kopi.

Hampir semua kopi yang dijual di Indonesia berasal dari dua jenis tanaman: Arabika (Coffea arabica) dan Robusta (Coffea canephora). Keduanya sama-sama kopi, tetapi rasa, harga, dan cara pakainya di kedai sangat berbeda.

Perbedaan utama

ArabikaRobusta
Ketinggian tanamDataran tinggi, umumnya di atas 1.000 mdplDataran rendah sampai menengah
RasaLebih asam segar, aroma buah dan bunga, manisLebih pahit, tebal, rasa cokelat dan kacang
KafeinLebih rendah, sekitar 1–1,5%Kira-kira dua kali lipat, sekitar 2–2,7%
Crema espressoLebih tipisLebih tebal
HargaLebih mahalLebih murah

Arabika dan Robusta di Indonesia

Arabika Indonesia terkenal dari dataran tinggi seperti Gayo di Aceh, Kintamani di Bali, Toraja di Sulawesi Selatan, Flores Bajawa, dan Java Preanger di Jawa Barat. Robusta banyak ditanam di Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Temanggung. Indonesia juga punya Liberika, misalnya di lahan gambut Jambi dan Riau, walau jumlahnya jauh lebih sedikit. Daftar lengkapnya ada di halaman Kopi Nusantara.

Kapan memakai Arabika

Kapan memakai Robusta

Blend untuk es kopi susu

Banyak kedai memakai campuran Arabika dan Robusta untuk es kopi susu. Titik awal yang umum adalah 70% Arabika dan 30% Robusta. Jika rasa kopi tenggelam oleh susu, naikkan porsi Robusta. Jika terlalu pahit, kurangi. Catat setiap perubahan agar rasa menu Anda tetap sama dari hari ke hari.

Ingin tahu lebih dalam tentang proses pascapanen dan tingkat sangrai? Baca Teori Kopi kami.

Bagikan ke WhatsApp

Resep yang dibahas

Artikel lainnya

Kopi & Kedai →